Rawa Mulia, 10–17 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, Pondok Pesantren Bina Ul Muhajirin menggelar serangkaian lomba yang penuh semangat dan keceriaan. Kegiatan ini melibatkan seluruh santriwan dan santriwati, dari yang baru mondok hingga yang sudah senior, menciptakan suasana meriah dan penuh kebersamaan di lingkungan pesantren.
Halaman pondok yang biasanya menjadi tempat belajar dan diskusi, kali ini berubah menjadi arena perlombaan yang ramai dengan sorakan dukungan dan gelak tawa. Lomba yang diadakan pun beragam, mulai dari pertandingan voli, tarik tambang, lomba lari karung, estafet air, hingga lomba-lomba tradisional lainnya yang sarat makna kebersamaan.
Tak hanya untuk bersenang-senang, lomba ini juga menjadi ajang mempererat ukhuwah antar santri, melatih sportivitas, serta mengenang kembali perjuangan para pahlawan bangsa. Di sela-sela perlombaan, para santri menunjukkan kreativitas mereka melalui yel-yel semangat kemerdekaan yang menggema di setiap sudut pesantren.
Sambutan Pengasuh Ponpes, Bpk. A. Dzul Fikri Hadi Wijaya, S.Pd.I
"Anak-anakku semua, kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil jerih payah para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raga. Maka, semarak lomba yang kita laksanakan bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi wujud rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat kemerdekaan. Di sini, kita belajar bahwa menang bukan hanya soal meraih juara, tapi juga tentang kebersamaan, saling menghormati, dan menjaga persaudaraan. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa kita adalah generasi penerus yang harus menjaga agama, bangsa, dan negara dengan iman, ilmu, dan akhlak yang mulia."
Hingga pertengahan Agustus ini, semangat para santri masih terus berkobar. Setiap sore, halaman pesantren dipenuhi riuh sorak dukungan, suara peluit wasit, dan dentingan bola yang memantul. Para peserta lomba tampak berjuang dengan penuh tenaga, sementara para penonton tak kalah antusias memberi semangat.
Menjelang tanggal 17 Agustus, suasana di pesantren semakin semarak. Panitia dan santri bekerja sama mempersiapkan puncak acara dengan penuh kesungguhan—mulai dari menghias panggung sederhana dengan bendera merah putih, menata barisan peserta upacara, hingga memastikan perlengkapan lomba final siap digunakan. Antusiasme ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga dihayati.
Puncak kegiatan nanti diharapkan akan menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar Pondok Pesantren Bina Ul Muhajirin, di mana semangat kebangsaan, ukhuwah islamiyah, dan nilai perjuangan akan berpadu indah di bawah naungan merah putih yang berkibar gagah.
🖊️ Reporter: Tim Humas Yayasan Bina Ul Muhajirin