Rawa Mulia, 11–16 Agustus 2025 — Di bawah langit cerah Babulu yang membentang luas, suara tawa dan sorak-sorai memenuhi udara. Yayasan Islam Bina Ul Muhajirin, yang menaungi RA, MIT NU, MTs, dan MA, selama enam hari berturut-turut bertransformasi menjadi arena persaudaraan, tempat berkumpulnya semangat juang dan kebersamaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Kegiatan lomba dimulai pada 11 Agustus 2025 dan diikuti oleh seluruh elemen madrasah. Mulai dari siswa RA yang penuh kepolosan, siswa MIT NU yang penuh rasa ingin tahu, siswa MTs yang penuh semangat, hingga siswa MA yang sudah matang dalam pengalaman. Semua larut dalam kegembiraan yang sama, membentuk pemandangan indah yang jarang ditemui di hari-hari biasa.
Lapangan madrasah menjadi pusat kegiatan. Di sana berlangsung berbagai lomba, mulai dari tarik tambang, balap karung, balap kelereng, hingga pertandingan olahraga seperti voli dan futsal. Di setiap sudut, terlihat wajah-wajah yang bersemangat, para guru yang memberikan dukungan, dan rekan-rekan sebaya yang saling menyemangati. Bahkan, di sela-sela kompetisi, terdengar canda tawa yang menghapus lelah dan membangkitkan semangat baru.
Suasana semakin meriah saat para siswa dari berbagai tingkatan saling berinteraksi, tanpa sekat dan tanpa jarak. Kegiatan ini tidak hanya menguji ketangkasan dan kekompakan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur seperti kerja sama, sportivitas, dan rasa persaudaraan yang menjadi ruh perjuangan kemerdekaan.
Dalam momen pembukaan kegiatan, Ketua Yayasan Islam Bina Ul Muhajirin, KH. Nafsiah, S.Ag, memberikan sambutan yang membakar semangat seluruh peserta:
"Hari ini kita tidak sekadar mengadakan lomba. Hari ini kita sedang menulis sejarah kecil kita sendiri—sejarah tentang kebersamaan, tentang persatuan, dan tentang semangat juang yang diwariskan para pahlawan. Lihatlah, dari RA yang mungil hingga MA yang matang, semuanya bersatu dalam satu irama, satu cita, dan satu cinta untuk negeri ini.
Kemerdekaan adalah amanah yang diwariskan dengan darah dan air mata. Amanah itu tidak boleh berhenti di lembaran buku sejarah. Ia harus hidup di hati kita, di tindakan kita, di langkah kita setiap hari. Santri dan siswa Bina Ul Muhajirin harus menjadi contoh bahwa ilmu, akhlak, dan cinta tanah air bisa berjalan bersama. Jadilah generasi yang bukan hanya fasih mengucap kata, tetapi juga kokoh dalam berkarya dan berjuang."
Sambutan itu disambut dengan tepuk tangan meriah, menguatkan tekad seluruh peserta untuk mengikuti lomba dengan penuh semangat.
Perayaan kemerdekaan di Yayasan Islam Bina Ul Muhajirin mencapai puncaknya pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Hari itu, seluruh lomba yang telah dimulai sebelumnya memasuki babak final. Sorak-sorai penonton semakin membahana saat para finalis berjuang memperebutkan gelar juara.
Di sela-sela pertandingan, dilakukan penyerahan hadiah simbolis kepada pemenang lomba-lomba awal, disertai penghargaan kepada para guru dan panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara.
Acara diakhiri dengan doa bersama, dipimpin langsung oleh tokoh yayasan. Seluruh siswa, guru, dan tamu undangan memohon keberkahan kepada Allah SWT agar semangat kebersamaan ini tetap hidup. Perayaan ini menjadi bukti bahwa di Yayasan Islam Bina Ul Muhajirin, pendidikan bukan hanya soal pelajaran di kelas. Ia adalah perjalanan menumbuhkan karakter, membentuk jiwa, dan menyalakan api semangat yang akan terus menyala, selama Merah Putih berkibar di langit Indonesia.
🖊️ Reporter: Tim Humas Yayasan Bina Ul Muhajirin